Sabtu di pagi ini, aku yakin akan sama seperti halnya di sembilanbelas kali sabtu sebelumnya. Tak ada kabar lagi tentang sebuah pertemuan. Bosan aku menunggu hingga akupun lelah dan tak mengharapkan apa-apa lagi. Seperti menunggu seorang kekasih yang telah lama pergi dan tak pernah kembali. Hari-hari aku harapkan itu. Seperti itulah aku saat ini.

Namun entah mimpi apa aku semalam. Tiba-tiba di pukul 09.39 aku mendapati kabar tentang sesuatu yang aku tunggu itu telah hilang dan kini dia kembali. Tapi aku telat 26 menit karena kesibukan, karena sesuatu yang memang tak pernah lagi aku harapkan. Ingin kutolak tapi aku rindu, sebenarnya. Padahal sebelumnya aku telah berencana untuk sebuah sebelas hari tanpanya. Tapi kembali lagi apapun yang kau butuhkan aku selalu ada.

Ketika beberapa hari saat aku hanya melihatmu di beberapa potret orang-orang, dan tepat di hari ini aku bertemu denganmu, kau masih sama seperti kemarin. Masih terlihat begitu memesona. “apa kabar, lama gak nampak?” katamu. Aku hanya tersenyum. Pertanyaanmu menyiratkan sebuah kerinduan. Rindukah kau padaku?

Kau tahu, sejak pertemuan terakhir di sabtu pagi yang biasa kita lakukan kemarin, hari ini tepat 140 hari kita tidak pernah lagi melakukan perjamuan itu. Aku terheran dengan mengatakan tumben padamu yang biasanya kau selalu sibuk dengan seseorang yang begitu manja denganmu. Tapi hari ini, kau kembali. Kau tahu, selama 140 hari itu rinduku telah membeku. Secangkir kopi yang biasa kuseduh telah lupa bagaimana caranya menghangati obrolan kita di meja itu. Hanya kenangan-kenangan dari beberapa ingatan tentang wajahmu yang tergambar di pikiranku. Butuh atau tidak butuhnya dirimu, aku ingin selamanya kau butuh aku. Jadi kau tetap mencariku walau di akhir pekan. Sebab kau tidak tahu, sehari saja tak bertemu denganmu rinduku pecah. Apalagi sampai berhari-hari.

Jadi, hanya hatimulah yang mampu mengerti dengan setiap perasaan seseorang. Mungkin kau tak menganggap bahwa secangkir kopi di hari sabtu itu tak berarti bagi dirimu. Namun itulah nyawa untukku. Sebagai menyambung rasa rinduku sebelum hari minggu tiba. Tak perlu risau kau padaku tentang sibuk atau tidaknya aku. Sebab sesibuk apapun aku, demi kau apapun yang kau butuhkan aku pasti ada. Selalu. F1