Hari berganti hari dan berlalu begitu
saja. Sebenarnya dekat sedari awal Agustus 2021. dan sedetail aku mengingat
sejak kapan aku mulai menggila padanya aku tidak sepenuhnya tahu. Namun aku
mulai jatuh cinta padanya ketika dia bertandang lalu menemaniku pergi ke suatu
tempat dan dia yang mengendarai mobilnya.
Sejak saat itu aku mulai mendekatkan
diri, dan mulai memperbanyak perbincangan dengannya. Ternyata mengobrol hal-hal
yang bahkan random saja menjadikanku terasa nyaman dan nyambung dalam hal
apapun. Lalu aku mulai mendatanginya di mana dia bekerja. Membuka materi cerita
dengannya sembari melihat wajahnya yang teduh. Tanpa aku tahu ternyata aku
tenggelam dalam wajahnya.
Tenggelam di wajahnya yang teduh
menjadikan aku candu untuk terus menatapnya setiap hari. Aku mulai mencari
kebahagiaanku; bahwa menatap wajahnya aku bahagia. Makanya jika aku pergi, itu
artinya aku sedang tidak betah bila aku ada di mana-mana. Aku tidak betah bila
berada di ruangan yang sedang membahas hal-hal yang serius. Aku takut jadi
benalu karena tidak mengerti dengan apa yang tidak aku sukai. Jadi lebih baik
aku pergi.
Andai kita bisa satu meja, mungkin
siapa saja aku ingin berterimakasih. Entah itu hari bekerja atau hari libur pun
menemuinya pasti tak pernah alpa, karena tak menemuinya sehari saja rasanya
seperti tidak makan selama 7 hari. Lemah dan ingin mati.
Waktu itu aku pernah tidak menemuinya
selama seminggu untuk mengembalikan citra buruk yang menimpaku. Pulang ke rumah
sesuai jam istirahat, lalu kembali lagi bekerja. Begitu seterusnya. Dan Berniat
untuk tidak lagi kembali kecuali hari libur. Dan entah mengapa tak
disadari aku kembali lagi menemuinya, lalu menjadi tenggelam dan dalam. Hingga tak
bisa lagi aku mengendalikan diriku yang selalu saja ingin menemuinya duapuluh empat jam.
Berpisah saat kita dipisahkan arah pulang saja. Andai rumahku bersebelahan dengannya, mungkin kemanapun aku bisa menjemputnya ke rumah dan ke mana-mana terus bersama. Jadi maaf saja bila waktuku banyak terbuang hanya karena dia yang selalu saja kutemui. 30

0 Comments