Persahabatan ini tak terasa sudah menginjak satu dekade, yang awalnya masing-masing dari kami kuliah di kota yang sama namun terpisah oleh kampus dengan jarak yang begitu jauh dan memencar. Rindu semakin berlarut, akhirnya memutuskan untuk reunian di Budi Mulia —asrama Odah yang kala itu belum bisa izin bermalam. Pertemuan hanya dihadiri aku, Tutut, dan Novi. Berbincang-bincang mengenai keluh kesah, sedih, terkekang, terpenjara, ketakukan dan pilu saat berada di asrama.

Setahun, dua tahun berlalu. Kami berada di semester lima. Merasakan kebebasan bisa sering keluar dari asrama. Jadi sering ngumpul-ngumpul. Saat ngumpul harus di tempat yang elegan dan mewah, berasa orang kaya. Padahal hanya anak-anak kuliah yang kalau makan harus dijatah untuk bertahan hidup. Katanya; "gak apa-apa, sekali kali." Biar hidup terlihat seperti anak pejabat. Maka itulah terbentuknya genk Anak Pejabat (AP).

Kemudian saat pulang ke tanah kelahiran kami, ngumpul tetap jadi aktivitas yang wajib dilaksanakan. Sebab personil kami yang satunya berada di tanah itu. Belum lengkap rasanya kalau ngumpul, kurang personil. Pikirku, yang padahal sebenarnya udah bosan karena bertemu mereka lagi, mereka lagi. Ngabisin keseruan kayaknya memang tidak pernah ada habis-habisnya. Disamping itu juga, Ega kupikir waktu itu belum bisa masuk ke dalam genk, sebab salah satu dari kami belum ada yang mengenal —ialah aku sebenarnya. Kemudian lambat laun, karena sering ngumpul, dan Ega selalu diajak Odah, akhirnya tanpa pernah meresmikan, Ega masuk ke dalam genk, tapi dengan catatan; Ega yang memiliki watak suka merepet bak emak-emak, maka genk AP menjelma menjadi AP and The Mak Genk.

Persahabatan kita, tentu sudah seperti kepompong. Waktu yang terus berlalu kini, sudah pasti banyak cerita yang kita lewati. Kebahagiaan dan kesedihan dalam lintas waktu yang dijalani, masing-masing kita rasakan, bahkan ada yang telah menikah. Dari Ega, lalu Tuti, kemudian Novi. Tersisa Aku dan Odah yang sampai 2022 ini belum juga menikah. Padahal tahun depan umur sudah masuk kepala tiga. Tapi apalah, garis jodoh belum terlihat.