Sedari kemarin perasaanku
begitu resah tak terarah. Entah sedang apa yang kurisaukan, itu belum sempat
kutebak. Padahal ini bukan jam kerja, tapi akhir pekan, waktunya lepas dari
beban rutinitas sibuk. Lalu apa yang terjadi?
Kulirik waktu apa mungkin aku lupa kewajiban. —oh tidak. Kupikir ini rindu yang berkecamuk. Barangkali. Sebab akhir pekan akan lebih lama jika tidak kutemui dirimu. Rindu sudah bersiap-siap untuk diadu. Apalagi kudengar kau mengatakan akan pulang ke rumah ibumu besok. Bisa jadi itu yang membuatku resah tak terarah.
Ketika kau mengatakan akan pulang, memang pada waktu itu aku merasakan kau akan pergi jauh begitu lama berharihari ; artinya aku jadi semakin jauh darimu. Pikirku begitu. Sontak aku mengatakan aku ingin ikut. Tapi kau menolaknya. Padahal aku ingin memastikan agar kau baik-baik saja dijalanan. Apalagi kalau kau denganku menyusuri jejalanan lintas, santai sembari berbincang sedikit agar tak terasa tibatiba saja udah sampai di rumah.
Kuingin menyapa ibu dan adikmu. Mengajaknya berbincang, melihatmu pergi ke kebun yang kau rawat dari nol. Memerhatikan lelahmu, lalu kuingin usapkan peluhmu. Menuangkan air dan menghidangkan makan siang yang kubawa dengan rantangan pagi tadi. Sembari menikmati hembusan angin yang menyibak dedaunan sekitar. Agar segala risau yang kurasakan tidak pernah lagi terjadi. Sebab berada disampingmu ialah obat penenang bagiku. Tapi itu semua belum sempat menjadi nyata. Lalu entah kapan?
Tibatiba pagi ini kudapati kau mengirimi pesan padaku, resah dengan mudahnya mereda. Setidaknya aku dapat kabar bahwa jam berapa kau akan berangkat.
Saat ini hatimu tahu bahwa apa yang terjadi padaku. Jangan berlagak bodoh. Semoga kau tidak pergi seperti yang lain, dan bisa membuat suasana bagaimana aku bahagia dengan caramu. Mohon jangan mengecewakan keadaan. Tetaplah menjadi dekat. Jangan pikirkan dengan apa yang terjadi, karena ini urusanku.
Cepatlah waktu. Cepatlah pulang. Jangan biarkan rindu ini beranak pinak. Jaga kesehatan, sampaikan salamku pada ibumu. Tetaplah menjadi yang seperti ini, dan hati hati di jalan. 30

0 Comments