“ Orang boleh
pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah.
Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
–Pramoedya Ananta Toer
![]() |
| Foto: www.muhammadnoer.com |
Menulis untuk Keabadian. Bagaimana bisa hanya dengan menulis kita akan abadi? Lihatlah puisi Chairil Anwar yang berjudul Aku. Dalam lariknya berbunyi “Aku ingin hidup 1000 tahun lagi”. Memang, manusia tidak ada yang abadi, tapi kalimat darinya membuat dirinya bisa dikenang selamanya. Hanya dengan tulisan saja.
Ini sebagai cambukan untukku, bahwa aku harus tetap
menulis. Untuk apa gunanya membeli domain tapi tidak digunakan. Sama saja
membuang uang bukan.
Aku anggap ini sebuah kamar dari perjalanan panjang siang
tadi. Tempatku berceloteh kepada dek-dek kamar disaat-saat waktu terakhir
sebelum tidur. Tapi kali ini beda, biasanya aku mengutarakan itu dengan
berbicara, tapi disini aku utarakan lewat tulisan, karena disetiap tulisanku memiliki dunia tersendiri, yang terapung-apung antara dunia kenyataan dan dunia impian. Yang nantinya akan menjadikanku abadi.
Apa yang membedakan Khalil Gibran dengan laki-laki
seumuran pada zamannya? Tulisan.
Itulah dia dikenal melalui tulisannya. Tulisannya begitu
berpengaruh dan tak lekang oleh waktu, pun abadi. Sebab dengan tulisannya dia tercatat
dalam ingatan dan sejarah.
Jadi kapanpun di saat senggang, aku mencoba untuk tetap
menulis. Sebab dengan menulis aku bisa selangkah lebih besar untuk mencapai
keabadian. Selain menulis, tetap juga harus membaca.
Salam kenal untuk pembaca,
Aku,
Kawé
