![]() |
Setahun belakangan ini, sepertinya aku sedang sangat disibukkan dengan keinginan untuk ambil cuti jikalau aku sudah bekerja seperti ini. Rasanya bekerja adalah hal yang paling terberat dibanding kuliah dulu. Beratnya susah ambil cuti saja sih. Kalau tugas-tugasnya masih menang tugas-tugas semasa kuliah dulu. Kalau kuliah dulu masih bisa bebas. Pulang kuliah, bisa pergi kemana-mana. Tapi sekarang tidak bisa. Masih harus memikirkan nasib teman-teman yang harus lembur karena ulahku. Aku tidak setega itu, kawan!
Tapi jika rasanya merasa begitu tertekan dan bosannya
sudah sangat akut. Rasanya liburan jadi pilihan yang tepat. Andai saja kota
Jambi begitu sangat dengan dengan tempatku tinggal. Mungkin kapan aku sedang
ingin menikmati kebebasan, aku bisa langsung ke sana. Tanpa aku harus meminta
cuti dan meminta macam-macam.
Rasanya tinggal di daerah begitu sangat
membosankan. Apalagi memiliki teman yang terkadang tidak sejiwa dengan kita.
Rasanya aku ingin pindah saja. Sebab lain halnya dengan teman-temanku yang ada
di kota Jambi. Mereka bukan lagi seorang teman. Tapi sudah aku anggap sahabat.
Masih ada deretan sahabat-sahabatku disana. Walaupun sudah sisa-sisa saat
perjuangan dulu. Tapi itu tidak jadi masalah. Sedikit, tapi begitu sangat
berarti.
Saat itu, disaat aku sedang butuh-butuhnya
teman untuk bisa diajak bepergian, Sandra dan Zizah selalu setia
menemani setahun belakangan ini. Walaupun seperti terhitung setahun
hanya empat kali ketemu, rasanya itu sudah cukup puas. Setidaknya untuk menutupi
rasa kebosanan.
Setiap kali ketemu, karaokean, nonton dan nongkrong jadi pilihan yang monoton bagi kami. Walau begitu, itu adalah cara kami bahagia, karena bahagia itu kami yang tentukan. Tapi tergantung badget juga sebenarnya. Siapapun kekurangan, akan selalu ada yang menutupi. Tenang saja. Yang penting kebahagian selalu saja terjalin erat.
