Hari itu; o akhirnya kami bisa mencairkan rencana ini dari jauh-jauh hari. Beruntung partner kerja (waktu itu) mau bernego jam kerja padaku. Terimakasih Randi dan Ade. Padahal mau berangkat Sabtu, biar bisa malam mingguan di sana nanti. Maklum, kerja di bagian pelayanan memang sulit. Libur saja tetap kerja. Jadi terpaksa jam kerja kita berangkat. It's fine.

Semenjak awal tahun 2018, kita bukan partner kerja lagi sama bu Revin. Iming-iming dari jauh waktu kita bakalan akan pisah. Ternyata benar. Sudah 8 bulan kita tidak bertemu. Apalagi ngumpul bareng. Komunikasi jadi minus. Tumbuhlah segan; maka kata say hi itu malah jadi asing.

Rindu. Pasti rindu. Setahun kebersamaan begitu akrab dulu, walaupun beda job level.

Dan tujuan kita ini ya memang ke sana, melihat keadaan bagaimana kabar dan dimana sekarang tinggal. Ternyata jauh lebih baik. Sehari di sana, seru. Malamnya kita diajakin ke bioskop naik go-car nonton film The Nun. Sebab kami semua tahu, dari kami memang movie lover. Especially horror movie. Senang sekali pas waktunya ada film yang ditunggu-tunggu.

Kemudian, habis dari sana kita ke pedestrian iconic yang di tepi sungai itu loh. —jalan kaki sambil cerita, banyak sekali yang diobrolin, dan berbagi cerita juga.

Bukan hanya disitu saja, paginya kita diajakin jalan kaki, sarapan soto, sampai masuk ke kebun binatang. Disitu kita seru-seruan lagi. Banyak hal yang lucu-lucuan kita temuin. Ketawa bareng lagi, seru.
Waktu begitu cepat berlalu. Rasanya begitu sebentar kami di sini. Aku hanya bisa satu hari libur.

Malam sudah harus masuk (lagi) kerja. Pagi itu jam 9, kami harus kembali pulang. Entah kapan bisa ke sini bareng lagi. Semoga rindu bisa mempertemukan.